Editor : Toar Saraun
TONDANO || Manadozone.com-Kementrian Sosial memberikan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi Kelompok Rentan Terdampak Bencana Banjir di Kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur, Rabu 23 November 2022 bertempat di Aula Kelurahan Papakelan
Hadir mewakili Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke Octavian Roring, M.Si, Sekda Minahasa Frits R Muntu S,Sos. serta perwakilan dari Kementrian Sosial Tota Oceanna Zonneveld, Asisten 1 Pemkab Minahass Drs Riviva Maringka MSi, Kadis Sosial dr. Maya Chintya Rambitan, M.Kes. Kabag Prokopim Jhoni Tendean, Camat Tondano Timur Steward Herman Luamanaw SIP, Lurah Papakelan Meinny R Tumbay SE.
Diketahui penerima bantuan di Kelurahan Papakelan dari umur 0-18 tahun sebanyak 209 orang, lansia sebanyak 72 orang serta Disabilitas 3 orang dengan bantuan berupa peralatan sekolah lengkap untuk anak yang masih sekolah, makanan bayi, pempers, handuk, selimut, biskuit, susu, sabun, shampo, handuk, selimut, minyak goreng, gula, dll.
Bupati Minahasa melalui Sekda Frits Muntu mengatakan, Bupati ROR menyatakan turut sepenanggungan dengan keluarga yang mengalami musibah banjir. Diapun berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang tertimpa musibah.
Sementara Perwakilan dari Kementrian Sosial Tota Oceanna Zonneveld menagatakan dengan adanya musibah ini pemerintah wajib hadir ditengah serta wajib memberikan bantuan kebutuhan dasar.
“sebagai pemerintah wajib memberikan bantuan yang terjadi di Kelurahan Papakelan khususkan kepada warga yang terdampak yang berusia 0-18 tahun, lansia dan Disabilitas,” kata Zonneveld sembari menambahkan bantuan ini bukanlah bantuan bagi rata.
Lurah Papakelan Meinny R Rumbay SE. mengatakan selaku pemerintah terus menghimbau warganya untuk terus waspada terkait musibah banjir yang terjadi di Papakelan khususnya di lingkungan 1,2,3 dan 5, dan kiranya bantuan dari pemerintah dapat digunakan dengan baik.
“kami terus memberikan himbawan kepada warga, apabila terjadi hujan deras warga secepatnya mengungsi di tempat yang lebih aman untuk menghindari banjir, karena musibah ini tidak tau kapan akan terjadi,” ucap Rumbay
(ToarS)